About

Berbagi adalah kemuliaan. Semakin banyak berbagi menjadikan kita semakin kaya. Kaya dalam Nuraniah

Pages

Thursday, August 2, 2012

Pemimpin Ying -Yang (Bagian II)

Bagaimana cara untuk menyeimbangkan gaya ‘YING’ dan ‘YANG’


1. Kenali Bawahan Anda
Kenali disini tidak hanya tahu mereka, namun juga sediakan ruangan dalam benak anda untuk menghafal informasi pribadi mereka. Karena pada dasarnya setiap manusia akan merasa senang bila namanya diingat plus beberapa data personal mampu Anda ingat pula.
Ingat, everybody wants to be treat very personal.

2. Tampilkan Perasaan Anda Yang Terdalam
Beritahukan pada diri mereka, bahwa mereka bukan orang lain. Berbagilah perasaan dan pengalaman dengan mereka. Hal ini akan membuat Anda semakin dicintai. Dan akan membuka pintu berbagi mereka kepada anda sebagai atasan mereka.Tentunya akan membuat anda lebih mengerti permasalahan di lapangan.

3. Make Them Special
Jadikan diri mereka special. Berikanlah penghargaan bagi tim member anda. Tidak harus besar - besaran, tapi sekedar kalimat pujian dan tepukan penyemangat di pundak mereka. Bukan masalah besar kecil hadiahnya, namun lebih pada perhatian special yang diberikan atasan kepada bawahan. Karena semakin tinggi posisi anda, maka hal - hal kecil yang anda lakukan bagi bawahan akan membuat perasaan special di hati mereka.

4. Sediakan Waktu
Selain sebagai pemimpin anda juga berperan sebagai konselor. Sediakan minimal waktu 1 x dalam setahun untuk berbicara dengan mereka, satu persatu tentunya, karena akan memasukkan unsur personal, terutama bila memang ada masalah atau konflik personal tentunya. Dan yang paling perlu diingat adalah sediakan waktu anda untuk melakukan coaching and conseling.

5. Jaga Integritas Anda.
Menjaga sikap anda berarti menjaga integritas anda, kendalikan apa yang anda katakan, lakukan dan perbuat. Anda disini sebagai orang yang dicontoh dan disorot jadilah yang terbaik dan keep your heart in the right way.

Semoga sukses untuk menjadi pemimpin yang bisa memadukan
unsur ‘YING’ dan ‘YANG’

chinese wisdom - Kelompok 99

Apakah Anda termasuk anggota Kelompok 99?
Mari dengar suatu kisah terlebih dahulu dan baru Anda bisa menjawabnya.

Zaman dahulu kala, hiduplah seorang Raja. Raja ini seharusnya puas dengan kehidupannya, dengan segala harta benda dan kemewahan yang ia miliki. Tapi Raja ini tidak seperti itu. Sang Raja selalu bertanya-tanya mengapa ia tidak pernah puas dengan kehidupannya. Tentu saja, ia memiliki perhatian semua orang kemana pun ia pergi, menghadiri jamuan makan malam dan pesta yang mewah, tetapi, ia tetapi merasa ada sesuatu yang kurang dan ia tidak tahu apa sebabnya.

Suatu hari, sang Raja bangun lebih pagi dari biasanya dan memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar   istananya. Sang Raja masuk ke dalam ruang tamunya yang luas dan berhenti ketika ia mendengarkan seseorang bernyanyi dengan riang... dan perhatiannya tertuju kepada salah satu pembantunya... yang bersenandung gembira dan wajahnya memancarkan sukacita serta kepuasan. Hal ini menarik perhatian sang Raja dan ia pun memanggil si hamba masuk ke dalam ruangannya.

Pria ini, si hamba, masuk ke dalam ruangan sang Raja seperti yang telah diperintahkan. Lalu sang Raja bertanya mengapa si hamba begitu riang gembira. Kemudian, si hamba menjawab, "Yang Mulia, diri saya tidaklah lebih dari seorang hamba, namun apa yang saya peroleh cukup untuk menyenangkan istri dan anak-anak saya. Kami tidak memerlukan banyak, sebuah atap di atas kepala kami dan makanan yang hangat untuk mengisi perut kami. Istri dan anak-anak saya adalah sumber inspirasi saya, mereka puas dengan apa yang bisa saya sediakan walaupun sedikit. Saya bersukacita karena mereka bersukacita."

JADILAH PEMIMPIN BUKAN SEORANG BOSS


Betapa orang sering gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai Boss. 
H.GordonSelfridge adalah pendiri salah satu department store di London yang merupakan salah satu Department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang "Pemimpin" dan bukan menjadi "Boss". . . . . . apakah perbedaan antara Pemimpin dengan Boss ?

Dibawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe Pemimpin dan orang yang bertipe Boss.

• Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
   Seorang pemimpin mengilhami mereka.


• Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
  Seorang pemimpin mengandalkan kemauan baiknya.


• Seorang boss menimbulkan ketakutan;
  Seorang pemimpin memancarkan kasih.


• Seorang boss mengatakan AKU ;
  Seorang pemimpin mengatakan KITA.


Words From An Enlightened Being (I)


If you fear pain, if you dislike pain, don't do an evil deed in open or secret. If you're doing or will do an evil deed, you won't escape pain: it will catch you even as you run away.

Chinese Wisdom - Sayap Kerdil


Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.

Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yangberbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya.

Kahlil Gibran - Guru

GURU
 
Barangsiapa mau menjadi guru,
biarkan dia memulai mengajar dirinya sendiri
sebelum mengajar orang lain,
dan biarkan dia mengajar dengan teladan sebelum mengajar dengan kata-kata.

KONTRIBUSI atau BUSY

Begitu banyak kesibukan dan pekerjaan tetapi pada akhirnya hanyasedikit produktivitas atau hasil yang tercapai. “Begitu banyak orang yang mengatakan mereka bangga menghabiskan waktu berhari, berbulan dan bertahun dengan bisnisnya. Yang penting bukanlah seberapa banyak waktu yang anda habiskan, tapi seberapa banyak yang anda hasilkan?”Dengan kata lain,percuma kita menghabiskan banyak waktu, kelihatan sibuk, tetapi hasilnya NIHIL ”(Jay Abraham)

Seringkali secara  sadar ataupun  tidak sadar kita mengukur kontribusi diri dariwaktu dan kesibukan kita setiap hari. Jika setiap hari lembur dan pulang tengah malam, kebanyakan dari kita akan berpikir inilah caraberkontribusi dan sikap yang patut diteladani. Padahal, ukuran kontribusiyang sesungguhnya bukanlahberapa banyak waktu dan tenagayang kita berikan melainkan berapa banyak hasilyang diberikannya!

Buat apa kelihatan sibuk, sampai-sampai tidak ada waktu untuk berpikir hal-hal yang strategis dan menolak menerima tambahan pekerjaan lain dengan alasan kesibukannya, tetapi pada kenyataannya pun tidak banyak yang dihasilkannya.

Sunday, July 8, 2012

Translate

terselubung

Rangkuman Pelajaran Sekolah

Desktop Inspirations